Edukasi Nasional Border Indonesia-Malaysia Project Bersama Unilever

Grand Opening Outlet Amanda Brownies Pontianak
27/12/2018
Forum Komunikasi Marketing Q1 2019
17/03/2019
Show all

Edukasi Nasional Border Indonesia-Malaysia Project Bersama Unilever

Sekitar 400 pelajar SD dan SMP di kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, mengikuti cuci tangan pakai sabun dan menggosok gigi massal. Kegiatan berlangsung di komplek PLBN Entikong, Kamis (10/1/2019). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, dr Jones Siagian mengapresiasi dengan kegiatan yang digelar PT Unilever. Pemkab Sanggau sangat berterimakasih dengan kegiatan ini. “Karena memang salah satu focus sasaran kita adalah anak-anak usia yang masih memungkinkan bisa merubah perilaku,” katanya yang saat itu menghadiri kegiatan tersebut. Dikatakanya, Bupati Sanggau, sangat berharap kepada perusahaan yang ada di Kabupaten Sanggau melalui CSR bisa melakukan kegiatan serupa. “Karena semakin dini mereka mendapat informasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, semakin besar kemungkinannya mereka berperilaku seperti yang kitaharapkan. Jones menjelaskan, peran penting seluruh masyarakat juga diperlukan untuk mencapai tujuan berperilaku hidup bersih dan sehat, “Nah, pembentukan karekater yang positif sejak dini sangat efektif,” katanya.

Sementara itu, Area Sales Manager Kalimantan Barat PT Unilever, Syahrial menyampaikan, kegiatan ekspedisi sehat merupakan bagian kegiatan Unilever.

“Kami percaya kesehatan itu merupakan hak semua orang, baik yang tinggal di kota maupun perbatasan. Dari sana Unilever pengen ikut berkontribusi,” ujarnya.

Ia menegaskan, dipilihnya perbatasan untuk kegiatan tersebut, karena faktor atau kondisi kesehatan di perbatasan masih menjad iisu.

“Kenapakita juga memilih SD dan SMP, karena edukasi paling efektif di usia dini,” tuturnya.

Dikatakanya, kedepan, akan ada kegiatan lanjutan berupa sekolah sehat. Sekolah-sekolah akan berkompetisi dan dinilai masuk kategori sekolah sehat. “Semua muridnya ikut kegiatan edukasi sehat ini, mereka berhak mendapatkan fasilitas kesehatan dari kami. Dan kami mulai pada Januari ini, dari Aruk, Entikong sampai Badau yang melibatkan kurang lebih 47 sekolah. Ada sekitar 10 sekolah yang akan mendapat fasilitas kesehatan dari kami,” pungkasnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *